“Jangan lepas tanganku!! Kita tidak akan tahu kapan kita akan dimakan oleh zombie yang ada dibelakang kita!!”, kata Lyra sambil berlari memegang tangan Gwen. Gwen mempererat pegangan tangannya dan menembaki zombie-zombie yang hampir mendekati mereka. Sudah cukup lama mereka berlari, padahal baru sejam yang lalu, mereka baru sampai di Raccoon City, yang gersang akibat tidak adanya tanda-tanda kehidupan. Mereka ditugaskan untuk mencari dan membantu Jill Valentine dan Chris Redfield. Sebenarnya mereka tidak setuju untul pergi kesana. Akan tetapi, mereka adalah agen spesial yang dimiliki oleh pemerintah Amerika Serikat. Mau tidak mau, mereka harus kesana.

Lyra dan Gwen terus berlari, mereka sangat kelelahan akibat beban yang mereka bawa dan terus-terusan berlari. Mereka haus akan air, sementara zombie-zombie dibelakang mereka haus akan nyawa. Mereka terus berlari sampai Gwen melihat jembatan dan rumah tua setelahnya yang tadinya tertutupi oleh kabut.
“Lyra!! Di depan ada rumah!! Kita bisa menetap disana untuk sementara!!”, kata Gwen sambil menembaki zombie yang hampir menangkap kakinya.
“Tapi, nanti mereka akan mengejar kita!!”, tolak Lyra.
“Sesampainya disana, kita potong tali jembatannya. Yang penting kita bisa beristirahat dan mencari mereka lagi!”, Gwen pun berlari sampai di depan Lyra. Ia telah mengerahkan seluruh tenaganya, ia bisa merasakan keringat di wajahnya menetes, dan akhirnya sampai ke ujung jembatan tersebut. Gwen beristirahat sejenak di mulut jembatan dan sadar Lyra masih dikejar. Lalu, ia menembaki zombie yang hampir memegang bahu Lyra. Ia pun berusaha mempercepat larinya dan menyadari kalau ia terus berlari, kakinya akan putus (LOL). Dan akhirnya ia sampai ditempat Gwen menunggunya dan langsung terjatuh. Gwen pun memotong tali jembatan tapi, tak kunjung putus. Padahal di depannya, gerombolan zombie yang sedang kelaparan, berlari ke arah mereka. Jarak mereka tinggal 5 meter lagi.
“Cepat Gwen!! Mereka hapir kesini!!”, kata Lyra panik. Ia ingin berdiri dan membantu Gwen tapi, kakinya sudah terlalu lemah untuk berlari. Tangan Gwen gemetar saat memotong talinya dan pisau yang berada di tangannya terjatuh. Jarak mereka dan zombie-zombie itu tinggal 3 meter.
“Gwen!! Di depanmu!!!” teriak Lyra. Dengan sigap, ia mengambil pisau dan zombie itu berada 1 meter didepannya. Gwen memotong tali itu, zombie yang berada paling depan hampir menyentuh wajah Gwen. Lalu, dalam sekejap zombie-zombie itu berjatuhan sampai dasar jurang yang sangat dalam. Melihat itu, mereka tertawa puas. Tertawa seakan-akan mereka tidak akan bisa tertawa besok.
“Itu pengalaman yang paling keren dan mengerikan!! Hampir saja kita dimakan!! Hahaha!!”, Gwen tertawa terbahak-bahak. Lyra yang daritadi duduk di tanah akhirnya berdiri dan memeluk Gwen erat.
“Kerja yang bagus, sist! Aku bangga padamu.”, kata Lyra.
“Lain kali, percepat larimu, ok?!”, Gwen pun menyeret barang bawaannya ke rumah tua itu dan tertawa lagi dengan adiknya, Lyra.

Sesampainya di rumah itu, Gwen dan Lyra memeriksa keadaan di dalam. Ternyata ada orang, Gwen pun memanggil kepada orang tersebut.
“Permisi. Saya Gwen, dari Washington. Saya ingin menginap di rumah anda, boleh?”, tanya Gwen, berharap dibolehkan, karena ia sangat, sangat lelah. Orang itu berbalik. Wajahnya hancur berantakan, tangan kirinya putus, banyak cipratan darah yang menempel di bajunya. Ternyata itu zombie lagi. Gwen dan Lyra mundur. Tapi, zombie itu menyerang dan berusaha menggigit leher Gwen. Gwen menahan serangan zombie itu dengan tenaganya yang masih tersisa. Lyra yang melihat Gwen dalam bahaya, langsung mengarahkan mulut shotgunnya kearah kaki zombie tersebut dan zombie itu langsung jatuh. Dalam kesempatan itu, Lyra menembak kepala zombie itu sampai pecah. Darahnya menyiprat kemana-mana, untungnya Gwen tidak kena.
“Sepertinya, lantai bawah agak bau amis.”, ujar Lyra santai.
“Yah, setidaknya kita bisa beristirahat di lantai atas.”, kata Gwen sambil naik untuk meletakkan barang-barangnya. Ia memeriksa keadaan dan tidak ada apa-apa.
“Lyra, halangi semua pintu dan jendela. Kalau-kalau ada zombie yang datang kesini.”, perintah Gwen.
“Ok! Siapkan makanan untukku!”, teriak Lyra dari bawah. Setelah selesai dengan tugasnya, Lyra naik ke lantai atas untuk makan dan tidur. Selesai makan, mereka tidur dengan lelapnya. Mereka tidak tahu, esok nanti, akan banyak zombie yang akan memangsa mereka. Tapi, selama mereka masih punya tenaga dan senjata, mereka yakin pasti besok akan baik-baik saja.